BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumbar 13 Januari 2026
BMKG Minangkabau merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Selasa, 13 Januari 2026. Badan meteorologi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat di sejumlah kabupaten.
Prakirawan BMKG Minangkabau menyampaikan informasi cuaca ini pada Senin, 12 Januari 2026 pukul 08.40 WIB. Data tersebut mencakup kondisi cuaca dari pagi hingga dini hari.
Selain itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Kondisi atmosfer yang dinamis membuat cuaca di Sumbar berpotensi berubah dengan cepat.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memantau informasi cuaca terkini sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Empat Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Hujan lebat berpotensi mengguyur empat wilayah di Sumatera Barat pada 13 Januari 2026. Keempat wilayah tersebut meliputi Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat terjadi pada siang hingga sore hari di keempat kabupaten ini. Kondisi ini dapat di sertai kilat atau petir serta angin kencang.
Selain itu, pada malam hari wilayah Dharmasraya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Masyarakat di daerah tersebut perlu meningkatkan kewaspadaan sepanjang hari.
Dengan demikian, warga di keempat kabupaten ini harus mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Kondisi Cuaca pada Pagi Hari
Cuaca Sumbar pada pagi hari di prakirakan cerah berawan hingga berawan. Potensi hujan ringan terjadi di wilayah Pesisir Selatan dan Solok Selatan.
Masyarakat yang beraktivitas sejak pagi hari dapat memanfaatkan kondisi cuaca yang relatif baik ini. Suhu udara pada pagi hari masih terasa sejuk dan nyaman.
Selain itu, sebagian besar wilayah Sumbar tidak mengalami hujan pada periode pagi hari. Kondisi ini memberikan kesempatan bagi warga untuk berangkat kerja atau mengantar anak ke sekolah.
Oleh karena itu, masyarakat tetap perlu membawa payung atau jas hujan untuk mengantisipasi perubahan cuaca di siang hari.
Prakiraan Cuaca Siang hingga Sore Hari
Cuaca Sumbar pada siang hingga sore hari menunjukkan peningkatan aktivitas hujan di berbagai wilayah. Kondisi cuaca berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang meliputi sejumlah kabupaten.
Wilayah Kepulauan Mentawai, Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh berpotensi mengalami hujan ringan. Masyarakat di daerah tersebut perlu menyiapkan perlengkapan hujan.
Selain itu, Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat. Hujan di wilayah ini dapat di sertai kilat atau petir dan angin kencang.
Dengan demikian, siang hingga sore hari menjadi periode yang perlu di waspadai oleh masyarakat Sumbar.
Peringatan Dini BMKG untuk Masyarakat
BMKG Minangkabau mengeluarkan peringatan dini waspada untuk beberapa wilayah di Sumatera Barat. Peringatan ini berlaku pada siang hingga sore hari di wilayah Pasaman, Kabupaten Solok, Solok Selatan, dan Dharmasraya.
Potensi hujan sedang hingga lebat dapat di sertai kilat atau petir dan angin kencang di wilayah tersebut. Masyarakat di minta untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, pada malam hari peringatan dini masih berlaku untuk wilayah Dharmasraya dan sekitarnya. Kondisi hujan lebat berpotensi berlanjut hingga malam hari.
Oleh karena itu, masyarakat perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.
Kondisi Suhu dan Kelembaban Udara
Suhu udara di wilayah Sumatera Barat di prakirakan berkisar antara 17 hingga 32 derajat Celsius. Rentang suhu ini menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan antara dataran tinggi dan pesisir.
Kelembaban udara di Sumbar tergolong tinggi dengan kisaran 65 hingga 98 persen. Tingkat kelembaban yang tinggi ini mendukung pembentukan awan hujan di berbagai wilayah.
Selain itu, wilayah Lima Puluh Kota mencatat tingkat kelembaban tertinggi yaitu antara 82 hingga 99 persen. Kondisi ini berkontribusi pada tingginya potensi hujan di daerah tersebut.
Dengan demikian, masyarakat perlu menyesuaikan aktivitas dengan kondisi suhu dan kelembaban yang ada.
Arah dan Kecepatan Angin
Angin di wilayah Sumbar bertiup dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan bervariasi. BMKG mencatat kecepatan angin berkisar antara 4 hingga 24 kilometer per jam.
Kecepatan angin yang relatif rendah ini tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Namun, angin kencang dapat terjadi bersamaan dengan hujan lebat.
Selain itu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mewaspadai angin kencang berdurasi singkat. Kondisi ini sering menyertai hujan lebat di sore dan malam hari.
Oleh karena itu, nelayan dan masyarakat pesisir perlu memperhatikan kondisi angin sebelum melaut.
Prakiraan Cuaca Malam Hari
Cuaca Sumbar pada malam hari di prakirakan berawan dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah. Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, dan beberapa kabupaten lain berpotensi mengalami hujan ringan.
Dharmasraya menjadi satu-satunya wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat pada malam hari. Masyarakat di kabupaten ini perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, hujan malam hari dapat mempengaruhi aktivitas transportasi dan mobilitas warga. Jarak pandang dapat berkurang akibat hujan dan kabut.
Dengan demikian, pengguna jalan di minta berhati-hati saat berkendara pada malam hari.
Kondisi Cuaca Dini Hari
Cuaca Sumbar pada dini hari di prakirakan cerah berawan hingga berawan dengan kondisi yang relatif tenang. Sebagian besar wilayah tidak mengalami hujan pada periode ini.
Kepulauan Mentawai berpotensi mengalami hujan ringan pada dini hari. Wilayah lain di prakirakan dalam kondisi cerah berawan.
Selain itu, kondisi cuaca yang relatif baik pada dini hari memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mempersiapkan aktivitas pagi. Suhu udara pada dini hari terasa lebih sejuk.
Oleh karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan kondisi ini untuk beristirahat sebelum memulai aktivitas keesokan harinya.
Sumbar Masuk Status Siaga Periode 16-19 Januari
BMKG menetapkan Sumatera Barat dalam status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada periode 16-19 Januari 2026. Status ini menunjukkan potensi cuaca ekstrem yang perlu di antisipasi.
Kondisi cuaca ekstrem di picu oleh dinamika atmosfer skala regional yang saling memperkuat. Penguatan Monsoon Asia menjadi salah satu faktor utama pemicu hujan lebat.
Selain itu, fenomena La Niña lemah dan aktivitas Madden-Julian Oscillation turut berkontribusi. Kombinasi fenomena ini meningkatkan pasokan uap air dan pembentukan awan hujan.
Dengan demikian, masyarakat Sumbar perlu mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang dinamis dalam sepekan ke depan.
Dampak Hujan Lebat terhadap Aktivitas Masyarakat
Hujan lebat dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di Sumatera Barat. Perjalanan darat, laut, dan udara berpotensi terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan seperti petani, nelayan, dan pekerja lapangan perlu meningkatkan kewaspadaan. Hujan lebat dapat mengurangi produktivitas kerja.
Selain itu, kegiatan wisata dan aktivitas rekreasi di alam terbuka juga dapat terganggu. Wisatawan di minta memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Oleh karena itu, perencanaan aktivitas yang matang dapat meminimalkan dampak negatif dari cuaca buruk.
Potensi Bencana Hidrometeorologi
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat. Banjir, banjir bandang, dan tanah longsor menjadi ancaman utama.
Wilayah dengan topografi berbukit dan lereng curam memiliki risiko tinggi terjadi tanah longsor. Masyarakat di daerah rawan perlu meningkatkan kewaspadaan.
Selain itu, daerah bantaran sungai dan dataran rendah berpotensi mengalami genangan air. Sistem drainase yang kurang baik dapat memperparah kondisi banjir.
Dengan demikian, kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak bencana.
Langkah Antisipasi bagi Masyarakat
Masyarakat dapat melakukan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi hujan lebat. Menyiapkan payung atau jas hujan sebelum beraktivitas menjadi langkah pertama yang sederhana.
Memastikan saluran air di sekitar rumah bersih dari sampah dapat mencegah genangan air. Masyarakat juga perlu mengamankan barang-barang di luar ruangan yang mudah terbang.
Selain itu, menghindari aktivitas di daerah rawan bencana seperti lereng curam dan bantaran sungai sangat di rekomendasikan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama.
Oleh karena itu, langkah-langkah preventif dapat mengurangi risiko dan dampak negatif dari cuaca buruk.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pengguna jalan diminta berhati-hati saat berkendara dalam kondisi hujan. Jarak pandang dapat berkurang drastis saat hujan lebat mengguyur.
Menyalakan lampu kendaraan dan mengurangi kecepatan menjadi langkah penting untuk keselamatan. Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan juga sangat direkomendasikan.
Selain itu, menghindari melewati genangan air yang dalam dapat mencegah kerusakan kendaraan. Jalan-jalan di dataran rendah sering mengalami genangan saat hujan lebat.
Dengan demikian, kewaspadaan ekstra diperlukan bagi seluruh pengguna jalan di Sumbar.
Pantau Informasi Cuaca Terkini
BMKG mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca terkini. Website resmi BMKG dan aplikasi InfoBMKG menyediakan informasi cuaca yang akurat.
Media sosial @infoBMKG juga menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan. Pemantauan secara berkala membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat.
Selain itu, layanan Call Center 196 tersedia bagi masyarakat yang membutuhkan informasi cuaca. Kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu sehingga pembaruan informasi sangat penting.
Oleh karena itu, memanfaatkan berbagai kanal informasi resmi dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah dan BPBD setempat terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mengantisipasi potensi bencana. Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi fokus utama.
Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana diminta mengikuti arahan dari pemerintah desa dan tim tanggap bencana. Jalur evakuasi dan titik kumpul darurat perlu diketahui.
Selain itu, sistem peringatan dini di tingkat desa perlu diaktifkan dan dipantau secara berkala. Respons cepat dapat meminimalkan dampak bencana.
Dengan demikian, kerjasama antara masyarakat dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan penanganan bencana.
Prakiraan Cuaca Beberapa Hari ke Depan
BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Sumbar masih dinamis dalam beberapa hari ke depan. Hujan dengan intensitas bervariasi masih akan mendominasi sebagian besar wilayah.
Pada 14 Januari 2026, kondisi cuaca diprakirakan relatif lebih tenang dengan potensi hujan ringan di beberapa wilayah. Dharmasraya masih berpotensi mengalami hujan ringan.
Selain itu, periode 16-19 Januari 2026 perlu diwaspadai dengan status siaga hujan lebat. Masyarakat diminta mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi ekstrem.
Oleh karena itu, pemantauan informasi cuaca secara berkala sangat direkomendasikan bagi seluruh masyarakat Sumatera Barat!

