Gempa Dangkal Guncang Solok Selatan 5 Kali, Sesar Suliti Aktif

Gempa dangkal guncang Solok Selatan sebanyak lima kali secara beruntun pada Minggu (4/1/2026) siang. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat rangkaian gempa terjadi dalam rentang waktu sekitar 40 menit dengan magnitudo bervariasi.

Seluruh gempa berpusat di darat dengan kedalaman dangkal antara 5 hingga 10 kilometer. Kondisi ini membuat getaran terasa cukup kuat di permukaan meskipun magnitudo relatif kecil.

Kepala BMKG Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa rangkaian gempa tersebut memiliki penyebab yang sama. Aktivitas sesar aktif Segmen Suliti menjadi pemicu utama fenomena gempa beruntun ini.

Kronologi Lima Gempa Beruntun

BMKG mencatat gempa pertama terjadi pada pukul 11.42 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,9. Pusat gempa berada di koordinat 1,70 Lintang Selatan dan 101,20 Bujur Timur.

Lokasi episenter terletak 17 kilometer selatan Solok Selatan pada kedalaman 5 kilometer. Gempa dangkal ini langsung terasa di permukaan meskipun kekuatannya relatif kecil.

Selang beberapa menit kemudian, gempa kedua mengguncang wilayah yang berdekatan. BMKG mencatat kekuatan magnitudo 2,7 dengan kedalaman yang sama yaitu 5 kilometer.

Gempa ketiga tercatat pada pukul 11.55 WIB dengan magnitudo 2,7. Pusat gempa bergeser ke wilayah barat daya Solok Selatan pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa keempat dan kelima menyusul hingga pukul 12.21 WIB. Gempa terkuat dalam rangkaian ini mencapai magnitudo 3,6 yang terasa lebih jelas oleh masyarakat.

Detail Parameter Lima Gempa

Berikut data lengkap lima gempa yang mengguncang Solok Selatan berdasarkan catatan BMKG.

Gempa pertama berkekuatan M2,9 terjadi pukul 11.42.24 WIB. Lokasi episenter berada 17 km selatan Solok Selatan dengan kedalaman 5 km.

Gempa kedua berkekuatan M2,7 terjadi beberapa menit setelah gempa pertama. Lokasi dan kedalaman relatif sama dengan gempa sebelumnya.

Gempa ketiga berkekuatan M2,7 terjadi pukul 11.55 WIB. Pusat gempa bergeser ke barat daya Solok Selatan dengan kedalaman 10 km.

Gempa keempat berkekuatan M3,3 terjadi pukul 13.01.41 WIB. Lokasi berada 19 km barat daya Solok Selatan pada kedalaman 10 km.

Gempa kelima merupakan gempa terkuat dengan magnitudo 3,6. Getaran terasa paling kuat di bandingkan empat gempa sebelumnya.

Sesar Suliti Kembali Aktif

Kepala BMKG Padang Panjang Suaidi Ahadi menjelaskan penyebab rangkaian gempa beruntun ini. Aktivitas sesar aktif Segmen Suliti menjadi pemicu utama fenomena tersebut.

“Gempa ini di sebabkan oleh aktivitas sesar aktif Segmen Suliti. Segmen ini sudah cukup lama tidak menunjukkan aktivitas dan saat ini kembali aktif,” kata Suaidi.

Segmen Suliti merupakan bagian dari Sesar Sumatera atau Sumatera Fault Zone. Patahan ini membentang sepanjang Pulau Sumatera dari utara hingga selatan.

Selain itu, Segmen Suliti membentang di wilayah Kabupaten Solok dan Solok Selatan, Sumatera Barat. Kawasan ini di mulai dari Danau Di atas dan Danau Di bawah ke arah tenggara hingga mendekati Gunung Kerinci.

Karakteristik Gempa Dangkal

Gempa yang terjadi di Kabupaten Solok Selatan tergolong jenis gempa tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake. Kedalaman hiposenter yang kurang dari 10 kilometer membuat getaran terasa kuat di permukaan.

Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini di bangkitkan oleh deformasi batuan. Mekanisme pergerakan yang terjadi yaitu jenis sesar mendatar atau Strike-Slip.

Sesar mendatar terjadi ketika dua lempeng batuan bergeser secara horizontal. Pergerakan ini menghasilkan energi yang kemudian terlepas dalam bentuk gempa bumi.

Gempa dangkal memiliki karakteristik khusus di bandingkan gempa dalam. Getaran terasa lebih kuat di permukaan meskipun magnitudo relatif kecil.

Selain itu, gempa dangkal berpotensi menyebabkan kerusakan lebih besar di area episenter. Jarak yang dekat dengan permukaan membuat energi gempa tidak banyak terdisipasi.

Wilayah yang Merasakan Guncangan

Berdasarkan laporan masyarakat yang di terima BMKG, guncangan gempa terasa di beberapa wilayah. Solok Selatan merasakan intensitas paling kuat dengan skala IV MMI.

Skala IV MMI berarti getaran di rasakan oleh banyak orang di dalam rumah. Sensasi seperti truk berat melintas di depan rumah menjadi gambaran intensitas tersebut.

Kota Padang merasakan guncangan dengan skala III-IV MMI. Benda-benda ringan yang di gantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.

Sementara itu, Painan dan Padang Panjang merasakan intensitas II-III MMI. Getaran terasa oleh beberapa orang terutama yang berada di lantai atas bangunan.

Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota mencatat intensitas II MMI. Hanya sebagian kecil orang yang merasakan getaran di wilayah ini.

Kepahyang, Bengkulu, bahkan merasakan guncangan dengan skala I MMI. Getaran hampir tidak terasa kecuali oleh orang yang sangat sensitif.

Analisis BMKG Belum Tuntas

Suaidi Ahadi mengakui bahwa pihak BMKG belum dapat memastikan dampak lanjutan dari aktivitas Segmen Suliti. Analisis lebih mendalam masih di perlukan termasuk penelusuran sejarah kegempaan di segmen tersebut.

“Karena sudah lama tidak aktif, kami masih perlu melakukan analisis lanjutan terkait sejarah aktivitasnya. Untuk saat ini kami belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh terkait potensi dampaknya,” ujar Suaidi.

BMKG terus melakukan monitoring terhadap aktivitas tektonik di wilayah Solok Selatan. Pemantauan 24 jam di lakukan untuk mendeteksi gempa susulan yang mungkin terjadi.

Masyarakat di imbau untuk tetap tenang namun tetap waspada. Informasi terbaru akan di sampaikan melalui kanal resmi BMKG jika ada perkembangan signifikan.

Sejarah Kegempaan Segmen Suliti

Segmen Suliti memiliki catatan sejarah kegempaan yang perlu di pahami masyarakat. Patahan ini merupakan salah satu segmen aktif dari Sesar Sumatera yang membentang ribuan kilometer.

Sesar Sumatera atau Great Sumatran Fault terbagi menjadi 19 segmen aktif. Segmen Suliti menjadi salah satu yang membentang di wilayah Sumatera Barat.

Selain Segmen Suliti, terdapat pula Segmen Sumani yang berdekatan. Kedua segmen ini kadang menunjukkan aktivitas yang saling terkait.

Kompleks Gunung Talang yang berada di sekitar wilayah ini juga memiliki kaitan dengan aktivitas sesar. Gunung api tersebut tumbuh di zona bagian tengah Sesar Besar Sumatera yang aktif.

Aktivitas Gunung Talang sangat rentan terhadap pengaruh aktivitas tektonik di sekitarnya. Erupsi tahun 2005 misalnya, di duga di picu oleh gempa tektonik Mentawai M6,8 yang terjadi dua hari sebelumnya.

Potensi Risiko Wilayah Solok Selatan

Wilayah Solok Selatan dan sekitarnya memiliki potensi risiko gempa yang perlu di waspadai. Lokasi geografis di sepanjang Sesar Sumatera membuat daerah ini rawan aktivitas tektonik.

Gempa dangkal yang terjadi berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan. Rumah dengan konstruksi tidak memadai menjadi paling rentan terhadap guncangan.

Selain itu, wilayah perbukitan di Solok Selatan memiliki risiko longsor pasca gempa. Getaran dapat memicu gerakan tanah terutama pada lereng yang tidak stabil.

Masyarakat perlu memahami karakteristik bangunan tempat tinggal mereka. Evaluasi struktur bangunan sangat penting untuk mengurangi risiko saat gempa terjadi.

BPBD setempat juga perlu memetakan wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Solok Selatan. Peta risiko bencana membantu dalam perencanaan evakuasi dan mitigasi.

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Solok Selatan dan sekitarnya untuk tetap waspada. Beberapa langkah antisipasi perlu di lakukan menghadapi potensi gempa susulan.

Pertama, masyarakat di minta mengenali jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal. Identifikasi area terbuka yang aman dari reruntuhan bangunan sangat penting.

Kedua, pastikan barang-barang berat tidak di letakkan di tempat tinggi. Benda-benda tersebut berpotensi jatuh dan menyebabkan cedera saat gempa terjadi.

Ketiga, siapkan tas siaga bencana berisi perlengkapan darurat. Dokumen penting, obat-obatan, makanan, dan air minum perlu di siapkan dalam kondisi mudah di jangkau.

Keempat, ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. Hindari menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk mencegah kepanikan.

Kelima, jika merasakan gempa, segera berlindung di bawah meja yang kokoh. Setelah guncangan berhenti, segera keluar ke area terbuka dengan tertib.

Kondisi Terkini Pasca Gempa

Hingga berita ini di turunkan, belum ada laporan resmi mengenai dampak kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG dan BPBD setempat terus memantau kondisi di lapangan.

Masyarakat di Solok Selatan umumnya merasakan guncangan namun tidak panik berlebihan. Aktivitas sehari-hari tetap berjalan normal setelah gempa berlalu.

Beberapa warga mengaku sempat keluar rumah saat merasakan guncangan. Namun setelah beberapa saat, mereka kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa.

BMKG mencatat bahwa gempa-gempa ini tidak berpotensi tsunami. Lokasi episenter yang berada di darat dan magnitudo yang relatif kecil menjadi faktor utamanya.

Monitoring akan terus di lakukan untuk memastikan perkembangan aktivitas tektonik di wilayah tersebut. Masyarakat akan mendapat informasi terbaru jika ada perubahan situasi.

Pentingnya Kesiapsiagaan Gempa

Rangkaian gempa di Solok Selatan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Indonesia yang berada di Cincin Api Pasifik memiliki aktivitas tektonik yang tinggi.

Masyarakat perlu membiasakan diri dengan prosedur keselamatan saat gempa. Latihan evakuasi secara berkala membantu membentuk respons yang tepat saat bencana terjadi.

Selain itu, konstruksi bangunan tahan gempa menjadi investasi penting. Standar bangunan yang memadai dapat menyelamatkan nyawa saat gempa besar melanda.

Pemerintah daerah juga perlu meningkatkan kapasitas dalam penanganan bencana. Koordinasi antar instansi menjadi kunci efektivitas respons darurat.

Edukasi tentang gempa bumi perlu di berikan sejak dini kepada generasi muda. Sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk menanamkan budaya siaga bencana.

Sistem Peringatan Dini BMKG

BMKG memiliki sistem pemantauan gempa yang beroperasi 24 jam. Jaringan seismograf tersebar di berbagai lokasi untuk mendeteksi aktivitas tektonik.

Informasi gempa di sampaikan dalam hitungan menit setelah kejadian. Kecepatan penyampaian informasi sangat krusial terutama untuk gempa berpotensi tsunami.

Masyarakat dapat mengakses informasi gempa terkini melalui berbagai kanal. Website bmkg.go.id dan aplikasi InfoBMKG menyediakan data real-time.

Media sosial resmi BMKG juga aktif menyampaikan informasi gempa. Akun Twitter @infoBMKG menjadi salah satu sumber tercepat untuk update kondisi terkini.

Selain itu, Early Warning System atau sistem peringatan dini terus di kembangkan. Inovasi teknologi membantu mempercepat di seminasi informasi kepada masyarakat.

Kesimpulan

Gempa dangkal mengguncang Solok Selatan sebanyak lima kali beruntun pada Minggu (4/1/2026). BMKG mengonfirmasi bahwa aktivitas Sesar Suliti menjadi penyebab rangkaian gempa tersebut.

Magnitudo gempa bervariasi antara 2,7 hingga 3,6 dengan kedalaman dangkal 5-10 kilometer. Guncangan terasa di beberapa wilayah dengan intensitas tertinggi IV MMI di Solok Selatan.

Masyarakat di imbau tetap waspada namun tidak perlu panik berlebihan. BMKG terus melakukan monitoring dan akan menyampaikan informasi terbaru jika ada perkembangan signifikan.

Kesiapsiagaan menghadapi gempa menjadi tanggung jawab bersama. Dengan pemahaman dan persiapan yang baik, risiko dampak buruk dari gempa bumi dapat di minimalkan.


Artikel ini menyajikan informasi gempa bumi berdasarkan data resmi BMKG untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap aktivitas tektonik di Sumatera Barat.

Mengenal Sesar Sumatera

Sesar Sumatera atau Great Sumatran Fault merupakan salah satu patahan aktif terpanjang di Indonesia. Patahan ini membentang sekitar 1.900 kilometer dari Banda Aceh hingga Lampung.

Struktur geologis ini terbentuk akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Proses subduksi menciptakan tekanan yang menghasilkan patahan di sepanjang tulang punggung Pulau Sumatera.

Sesar Sumatera terbagi menjadi 19 segmen aktif yang masing-masing memiliki karakteristik berbeda. Segmen-segmen ini mencakup Aceh, Seulimeum, Angkola, Barumun, hingga Semangko di selatan.

Setiap segmen memiliki potensi gempa yang perlu di waspadai. Aktivitas satu segmen kadang dapat mempengaruhi segmen lainnya yang berdekatan.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur Sesar Sumatera perlu memahami risiko ini. Pengetahuan tentang kondisi geologis membantu dalam persiapan menghadapi potensi bencana.

Perbedaan Gempa Dangkal dan Dalam

Gempa bumi di klasifikasikan berdasarkan kedalaman hiposenternya. Gempa dangkal memiliki kedalaman kurang dari 70 kilometer, sementara gempa dalam lebih dari 300 kilometer.

Gempa dangkal cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat di permukaan. Energi yang di lepaskan tidak mengalami banyak peredaman sebelum mencapai permukaan bumi.

Sebaliknya, gempa dalam meskipun memiliki magnitudo besar, getarannya lebih lemah di permukaan. Jarak yang jauh dari permukaan membuat energi banyak terdisipasi.

Gempa yang terjadi di Solok Selatan termasuk kategori sangat dangkal. Kedalaman 5-10 kilometer membuat getaran terasa signifikan meskipun magnitudo relatif kecil.

Oleh karena itu, masyarakat di wilayah dengan aktivitas sesar aktif perlu ekstra waspada. Gempa dangkal dengan magnitudo sedang pun dapat menyebabkan kerusakan.

Mitigasi Bencana Gempa di Sumatera Barat

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus meningkatkan upaya mitigasi bencana gempa. Program-program edukasi dan simulasi di laksanakan secara berkala di berbagai wilayah.

Pembangunan infrastruktur tahan gempa menjadi prioritas utama. Standar konstruksi yang ketat diterapkan untuk bangunan publik dan fasilitas vital.

Selain itu, sistem peringatan dini terus di kembangkan dan di sosialisasikan. Masyarakat di latih untuk merespons dengan tepat saat alarm berbunyi.

BPBD Sumatera Barat juga aktif melakukan pemetaan wilayah rawan bencana. Data ini menjadi dasar dalam perencanaan evakuasi dan penempatan logistik.

Kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk akademisi dan lembaga internasional terus di perkuat. Pertukaran pengetahuan membantu meningkatkan kapasitas penanganan bencana.

Tips Menghadapi Gempa Bumi

Masyarakat perlu mengetahui langkah-langkah yang tepat saat gempa terjadi. Pengetahuan ini dapat menyelamatkan nyawa dalam situasi darurat.

Saat merasakan guncangan, segera lindungi kepala dan leher. Berlindung di bawah meja kokoh atau di sudut ruangan menjadi pilihan terbaik.

Jauhi jendela kaca, lemari, dan benda-benda yang berpotensi jatuh. Tetap di tempat hingga guncangan benar-benar berhenti sebelum bergerak.

Setelah guncangan berhenti, keluar dari bangunan dengan tertib melalui tangga. Hindari menggunakan lift karena potensi gangguan listrik.

Berkumpul di area terbuka yang aman dari reruntuhan bangunan. Tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi.

Jangan kembali ke dalam bangunan sebelum di pastikan aman oleh petugas. Periksa kondisi struktur bangunan sebelum menggunakannya kembali.


Informasi ini di sajikan untuk edukasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi gempa bumi di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *